Sepotong Kata

alejandroescamilla-book

Menarik selimut, kemudian merindukan mimpi pada satu menit ke menit, namun urung. Kemudian kembali menatap layar, hanya kosong. Tak ada kata-kata yang muncul, hanya siul menemai pagi dini hari yang sunyi.

Otak mulai menemukan kata, hanya satu kata. Bahkan bisa dikatakan hanya sepotong, belum genap jika disebut kata. Hanya A dan K. Seperti sebuah inisaial nama, namun ternyata bukan, hanya ilusi semata.

Pagi dini hari makin melarut dan menampakan cahaya emasnya, bahkan ayam pun ikut bernyanyi dengan irama yang datar, sedatar mata ini yang masih menatap layar kosong dan hanya terdapat satu kata yang utuh. AKU.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s