Irisan Hati

Adakah yang mengalahkan Cinta? Aku bertanya sesering mungkin. Adakah yang bisa mengalahkan Cinta? Aku bertanya lagi. Adakah yang bisa meruntuhkan Cinta? Kali ini aku menatap dalam surat yang telah usang.

Aku berjalan menyusuri jembatan yang dibuat Belanda 200 tahun lalu. Lalu lalang kendaraan masih menyita jutaan mata yang memandang.

Adakah yang bisa menbuat Cinta menjadi benci? Aku lalu bertanya dalam. Aku berhenti. Menatap lurus sungai yang membludak airnya walau tak hujan.Sementara seorang pengemis memungut sampah yang tak jauh dari sungai.

Adakah yang bisa mengantikan Cintanya? Aku bertanya untuk terakhir kalinya. Namun, tak jua kutemukan jawaban.

————
Tak jauh dari sungai, aku berhenti sejenak. Sekali lagi aku membuka surat lusuh itu.

“Anakku tersayang, maafkan ibu yang membuangmu. Ibumu tak sangup merawatmu nak. Biarlah orang kaya ini yang akan membuat hidupmu lebih sejahtera. Sekali lagi maafkan ibumu, nak.”

Air mata itu tak terbendung. Aku menangis. Ingin rasanya aku berteriak. Kenapa ibu harus meninggalkan aku sendiri disini. Kenapa? Apakah kau tak cinta padaku? dan apakah harta bisa menggantikan kasih sayang mu, Ibu?

Dari kejauhan, seorang ibu yang renta, memunggut sampah. Tubuhnya yang tak muda lagi seakan tak mampu ditopang oleh kakinya.
“Tuhan, maafkan aku yang telah membuang karunia dariMu,” Air matanya juga tak terbendung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s